Sang Penari.
Jakarta Tradisional Dance.
Jadi, kenapa saya ingin memotret dia sebagai model penari? saya rasa banyak perempuan di dunia yang bisa menari. Mereka lebih pantas. karena menurut saya indonesia unik dan memiliki banyak keberagaman budaya. Mereka bagaikan mata-mata pena yang menari di atas lemabaran kertas yang sama, lembaran kertas hitam. Dan hanya keberuntungan yang bisa membuat kertas itu menjadi abu-abu, karena tidak mungkin membuatnya menjadi putih bersih.
(Gambar saya yang ngambil/foto sendiri, saya berinama Triyan Photos. Bisa dilihat di salah satu Instagram saya di @triyanphotos)
Budaya di Indonesia.
Budaya tidak pernah berakhir, selalu ada yang baru. Selalu ada bentuk kesenian yang baru, gerak tari, lagu, lukisan. Budaya adalah kisah tanpa akhir. Mengenalkan dan mempertahankan budaya itu penting, supaya manusia bisa mengenal dirinya sendiri dan lebih saling menghargai, dan sebagainya. Budaya bukan saja sesuatu yang kuno dan tradisional. Budaya adalah sesuatu yang organik. Setiap lagu baru, pakaian jenis baru, film baru, cerita yang baru, semua itu adalah hasil budaya. Budaya itu hidup dan terus berkembang.
(Gambar saya yang ngambil/foto sendiri, saya berinama Triyan Photos. Bisa dilihat di salah satu Instagram saya di @triyanphotos)
Sama seperti orang-orang yang sudah seringkali terbang dan tetap menyukainya. Kita adalah bagian dari dunia yang sungguh kita cintai. Seperti musisi yang membuat not dan melody, penari mengenai gerakan dan irama musik, kita satu dalam prinsip-prinsip penerbangan, kemampuan terbang di udara.
(Gambar saya yang ngambil/foto sendiri, saya berinama Triyan Photos. Bisa dilihat di salah satu Instagram saya di @triyanphotos)
Tanah air seringkali melekat begitu saja, kita melihatnya terberi sejak dari sana, akibatnya kita sulit sekali melihat jarak. Harga mati adalah cinta buta yang jamak, tak ada salahnya memandang indonesia secara baru, sudi melihat dengan jeli walau mungkin memicu ragu. Patriotisme bukanlah sayang hingga kesurupan, tapi memahami berkah dan cela dengan kesadaran, agar nasionalisme tak menjelma kultus memabukan, yang bisa membawa negeri ke tubir perpecahan. Nasionalisme memang memiliki banyak wajah, mesti menampung rindu dendam dan cinta yang resah. Tidak perlu mengaku sebagai paling Indonesia, rawat saja segala yang baik dari tanah tercinta, dengan keadilan menjadi indonesia bukan kesia-siaan, tiada yang lebih indah dari cinta yang menghidupkan. -Najwa Shihab
Komentar
Posting Komentar